SMAN 1 Cikarang (Baru) & Kondisi Gerakan Pelajar Indonesia
October 31, 2007
Artikel koran Tempo hari ini (Rabu 31 Oktober 2007) pada halaman A25 memaparkan liputan yang sangat mengejutkan, adanya tudingan penggelapan uang kutipan oleh kepala sekolahnya sebesar 1 Miliar rupiah. Prasangka itu di layangkan oleh para pelajarnya dengan koordinator Budi Mulyana (sesuai kutipan koran Tempo) terhadap Mulyadi, kepala sekolah SMAN 1 Cikarang Baru.
Penulis tidak akan menilai tentang kasus tersebut, yang menjadi fokus dari Penulis adalah gerakan pelajar di tingkatan pendidikan lanjutan atas yang akhir-akhir ini kalah porsi dari sisi pencapaian prestasi baik nasional dan internasional dibanding oleh hingar-bingar maraknya aksi demonstrasi yang dilakukan oleh beberapa pelajar terhadap almamaternya .
Pada awal masa pra kemerdekaan maupun masa mula pengisian kemerdekaan peran gerakan pelajar non mahasiswa dengan lahirnya laskar-laskar pejuang kemerdekaan semisal laskar TPI, PPI, dan lainnya sangat menentukan perjuangan menuju dan penjagaan kemerdekaan Indonesia, kemudian pada era pasca kemerdekaan pelajar-pelajar turut juga bergerak baik dalam pengisian kemerdekaan dengan belajar-mengajar, atau pengaplikasian hasil belajar di sekolah pada jalur terapan (baca: bekerja formal) dengan mengisi posisi-posisi terbuka pada saat itu termasuk masa sekarang mengembangkan prestasi di kancah internasional.
Demonstrasi untuk peningkatan mutu pendidikan (sekolah) bukanlah hal yang haram, tapi lebih mencerminkan buruk dan gagalnya komunikasi antara pelajar dan pihak sekolah yang bila dikondisikan dengan urusan materi (baca; uang) maka bisa menjadi magnet bagi oknum-oknum yang memiliki kepentingan tersendiri.
Materi adalah hal penting untuk peningkatan pendidikan dan ini diamanatkan dalam UUD 1945 Pasal 31 ayat 4, tetapi bahkan sang pengemban amanah (pemerintah) pun ternyata mengemplang dari kewajibannya, jadi bukanlah hal yang aneh bila di tingkatan bawah (pelaksana) terjadi berbagai penyimpangan seperti yang di wartakan oleh Tempointeraktif.
Pelajar adalah bagian dan cikal bakal dari para penggerak negeri ini, sudah selayaknya porsi mereka tidak dipinggirkan, kritisi-kritisi mereka hendaknya dijadikan suatu batu-bata yang mengkokohkan fondasi bangunan bernama pendidikan, dan bukannya disumbat apalagi dijadikan tunggangan kepentingan pihak-pihak tertentu.
Reformasi membuka pintu bagi semua pihak untuk menyalurkan aspirasi yang selama ini tersumbat, termasuk pelajar. Hanya sayang sumbatan yang terbuka itu tidak disertai dengan filter-filter (baca: integritas & kepribadian Indonesia) yang sepertinya juga menulari para pelajar dalam menyampaikan aspirasi mereka, yang syukur-syukur dalam penyampaiannya jangan sampai melakukan tindakan destruktif.
Penulis teringat ketika masih duduk dibangku SMA, pergerakan pelajar untuk mengkritisi sekolahannya seringkali dianggap sebagai suatu hal tercela dan wajib di “amanken & tindaklanjuti untuk kemudian ditumpas sampai keakar-akarnya”. Komunikasi yang tersumbat (organisasi pelajar resmi yang sulit bergerak) dan bayangan akan kengerian tindakan otoritas (oknum) mengakibatkan pelajar bergerak sesuai intuisi yang tersedia dan aman misalkan dengan mengirimkan surat kaleng tanpa jelas pengirimnya, supaya pihak sekolah menyadari KRITIK PELAJAR ITU PERLU dan PELAJAR JUGA BISA KRITIS. Pihak sekolah harus ingat, pelajar adalah silent majority berwarna putih abu-abu.
Musyawarah adalah hal ideal dan demonstrasi yang damai adalah kanal komunikasi terakhir yang anggun. Demonstrasi prestasi di tingkat internasional adalah mimpi yang bisa diwujudkan dan sedang terwujud.
Jesie Basuki
Kontributor adalah pelajar seumur hidup
Sebuah pendapat yang sangat baik sekali……..!!!
Cikarang sudah menjadi sebuah komoditas untuk mengejar materi, bayangkan saja ada berapa puluh ribu orang yang berbondong-bondong ke kawasan industri yang ada di cikarang. Mau tidak mau masyarakat kita menjadi masyrakat yang materialistis, semua ujung-ujungnya harus duit.
Mungkin itu pula yang dirasakan kepsek SMAN 1 CIKPUS (red mr.Mulyadi) yang juga ikutan kaget dengan pergeseran budaya yang ada di cikarang. Sekali ada uang keruk sebanyak-banyaknya……
Coba kita runut kembali saat kita duduk di SD,SMP, hingga SMA, sudah sangat jauh sekali pergeserannya. MAsyarkat cikarang mulai terpinggirkan
dari kotanya. Bahkan saya pernah mewawancarai salah satu ketua partai besar DPRD Kab.Bekasi, beliau sendiri menyadari masyarakat cikarang belum siap mengahdapi perubahan zaman ini. Kita runut kembali, pendidikan menjadi komoditas untuk mencari penghasilan, bukankah adik-adik kita itu merupakan aset daerah yang patut kita jaga. Budaya kritis kalangan pelajar masih dianggap isapan jempol, bukan sesuatu yang berarti. Mungkin masih ingat peristiwa angkatan kita yang mengirim surat kaleng (red Abdul Qodir) yang mempertanyakan keberadaan SMA Prima. Saat itu tanggapan sekolah tidak mengenakan dan bahkan saudara qodir hampir di skor. Untung aja anak OSIS kompak hingga peristiwa itu tidak terjadi.
Smoga porum ini sedikit banyak membuka rasa sosial rekan-rekan seperjuangan 99 untuk sama-sama membangun kab. bekasi jadi lebih baik.
Salam 99, jadilah alumni yang bersahaja,
sukses buat semua
kemana aja loohhhh
salam kenal. adik saya masih kelas 2 di smunsa cikutra..
ada alumni 93 ga’ ya….
Aku alumni angkatan 98/99
the jak cikarang,,,,,, hancurkan viking di cikarang
minta informasi pendaftaran untuk sma ( waktu pendaftaran kapan dimulai dan berakhirnya, biaya, nem dll ) semua yang menyangkut penerimaan siswa sekolah untuk tahun ajaran baru 2009.
Best Regards,
Kami salah satu toko buku terkemuka di Indonesia,membutuhkan kandidat potensial dan energik
untuk bergabung bersama team kami sebagai :
SUPERVISOR (SPVBS-001)
1.Pendidikan minimal S1
2.Berpenampilan representative,komunikatif dan energik.
3.Memiliki leadership yang kuat dan dapat bekerjasama dalam team.
4.Sanggup bekerja shift,weekday off dan mengikuti operasional store.
5.Mampu bekerja dalam target.
6.Untuk penempatan di Cikarang.
HEAD OF CASHIER (HCBS-002)
1.Pendidikan minimal D3/S1
2.Berpenampilan representative dan memiliki ketelitian/ketekunan.
3.Sanggup bekerja shift,weekday off dan mengikuti operasional store.
4.Untuk penempatan di Cikarang.
Kirimkan surat lamaran anda berikut pas foto terbaru,cantumkan kode posisi
pada luar amplop ke alamat :
PT.HERO INTI PUTRA
Jl Jatiwaringin Raya Ruko Graha Indah Bl C/5-6
Jakarta 17411
atau via e mail ke :
brammantya@hip.co.id
ada 2002 ngga yak om ??
kapan lagi ya ada reuni masal
wat ank2 cikut lam knl y …………….
trutma wat
MAIDA NUR_APNI
hElLO,,, q FIkiR gx D sKUL SmAN 1 cI KUT z yG Bnyk KORUPtor pRA kePseK Nyua,, MungKin Pra grU2 nyUA puN YUa KaLE deCH,,, biSZ gmN q TW ko,, SIsWA d Sna TucH hmPIr 70%Tu PAda LewAT beLAkaNG AliAS nyOGOX maNZ,,, weLeh2,,,Skul DMn z SM z C,